Khasiat Korona

 

        Entah sudah berapa tahun kita menghadapi yang namanya korona. Virus yang awalnya hanya berada di cina, kini menjadi pandemi yang besar. Sekarang sudah mereda sih. Virus yang menurut saya membuat kita aneh, dikurung di dalam rumah selama 2 minggu. Terus berubah jadi 1 minggu, dan sekarang omicron 5 hari.

        Virus yang buat kita jadi jarang mandi karena kita di rumah aja, buat kita jadi hapal bau badan kita sendiri dan jadi tau betapa bosannya liburan yang berkepanjangan. Namun juga virus yang buat kita mungkin ada yang kesulitan ekonomi bahkan kesulitan belajar. Saya mendengar ada keponakan saya punya teman kesulitan membaca padahal sudah menginjak kelas 2 SD.

        Ada kebiasaan baru yang terbentuk dan ada kebiasaan lama yang dihilangkan. Biasanya kita nongkrong di warkop atau café terdekat, namun kali ini kita nongkrong di zoom dan media online lainnya. Pelukan hanya bisa sebatas sticker dan senyuman hanya terbatas kepada emoticon pentol yang sangat lucu.

Dulu kalau kita flu dan batuk dan kita gak ngapa – ngapain maka pasti diledekin,

‘Ah lemah amat lu tong, baru batuk dikit…’

Sekarang,

‘Jauh – jauh lu tong, virus kematian…..’

Yang akhirnya memaksa kita untuk beristirahat sejenak.

        Nah… istirahat ini menjadi unik bagi saya secara pribadi. Biasanya saya sibuk dengan urusan gereja terutama pas weekend, sekarang jadi tidak terlalu sibuk, apalagi kalau sudah kena korona. Memasuki Februari 2022, saya kena covid dan lumayan bosan lagi untuk ada di rumah. 

        Namun saya merasa tubuh ini bahagia, karena biasanya tidur jam 2 – 3 subuh, sekarang bisa memiliki waktu tidur yang cukup. Saat teduh bisa lebih lama dan waktu baca Firman bisa lebih panjang. Doa pun bisa lebih dalam karena tidak ada waktu yang menghalangi. Saya menyadari bahwa korona ini mendorong kita kepada suatu seni yang sudah lama hilang….

‘Seni merenungkan kehidupan’

        Waktu untuk berhenti sejenak, waktu yang kita gunakan untuk menyadari keterbatasan diri dan memohon kekuasaan Tuhan. Waktu untuk melihat, kekurangan diri dan memperbaikinya atau menemukan talenta baru dan mengembangkannya. Waktu beristirahat (bukan main game atau nonton youtube yah), untuk memahami kehidupan, diri sendiri dan tentunya sang pemilik kehidupan yaitu Tuhan.  

        Seni merenungkan kehidupan ini adalah privilege bagi kita semua yang berada di tengah dunia yang begitu cepat. Skuy beristirahat dan fokus kepada pribadi Tuhan sejenak. Ayok kita ambil waktu pause untuk sementara. Biarkan diri kita beristirahat, merenungkan kehidupan sejenak, dan menikmati momen demi momen untuk mensyukuri hari ini.





Imamat 26:34 

Pada waktu itu sementara kamu berada dalam pembuangan di negeri musuh-musuhmu, tanahmu yang tidak kamu biarkan beristirahat sewaktu kamu mendiaminya, akan terlantar dan mendapat kesempatan beristirahat.

Comments

Popular posts from this blog

#NewLife: Part-Time Job

Iri Bilang Boss (feat Kekeyi)

Burn me Lowly