Iri Bilang Boss (feat Kekeyi)

Woow sudah hampir 3 bulan kita mendekam di rumah hahaha (Rumah sekarang udah kayak penjara bro).

Ini benar - benar membuat saya sebagai extrovert mania lumayan stress, tapi tetap harus bersyukur (arahan dari posting sebelumnya). Saya menyadari bahwa dengan kita di rumah ada yang menggunakan waktunya untuk melakukan hal - hal baik seperti mungkin baca Alkitab lebih banyak, bersih - bersih rumah, bahkan ada yang melakukan kegiatan bersih - bersih yang sebelumnya tidak pernah kita lakukan, misalnya membersihkan kamar sendiri. 

Tapi ada satu kegiatan yang membuat kita juga mau dibilang positif bisa, mau dibilang negatif juga bisa kalau kelamaan yaitu NONTON YOUTUBE! 

'Tapi kak aku kan belajar masak dari Youtube' 

'Tapi kak aku belajar main musik sambil dengar khotbah dari Youtube' 

'Tapi kak aku kan nonton Kekeyi di Youtube'

Nah yang terakhir itu loh.... positif juga, mencari hiburan. Kecuali kamu nonton Kekeyi 5 jam, nah itu buang - buang waktu... 

Satu hal yang buat saya lumayan terkejut untuk minggu ini adalah video aku bukan boneka by the one and only the queen of pentol Indonesia and number 1 Youtube trending for this week: KEKEYI! 

Saya tidak ada masalah dengan Kekeyi, saya suka baca komen - komen yang muncul di dalam video Kekeyi. Ada satu komen bunyinya begini :

Netijen: Buset masih trending aja! 
Kekeyi: Iri bilang sahabat 

Saya lalu termenung dengan kata iri yang tertulis pada komentar tersebut. Saya tidak akan membahas Kekeyi hari ini, tetapi saya akan membahas komen: IRI BILANG BOSS. 



Jadi setelah saya lihat memang banyak sekali komen negatif yang muncul di video tersebut, dan mungkin ada yang komen hanya karena mau lucu - lucuan aja atau mungkin memang ada yang iri karena kalau dilihat dari subscribernya Kekeyi (Dan juga skandal pansosnya) banyak yang bingung kenapa video ini bisa terkenal. 

Anyway, kita berhenti ngomongin Kekeyi dan kita langsung bahas soal iri aja yah....

Saya menyadari bahwa iri hati ini bersumber dari hati yang kotor karena ada perasaan tidak berdaya dan amarah yang tertanam karena merasa tidak mampu menyamai orang lain. 

Ada yang pintar sedikit, langsung tidak senang 

Ada yang cantik/ganteng sedikit, langsung merasa iri 



Pokoknya ada yang lebih baik sedikit dari kita, langsung kebakaran jenggot (walaupun saya tidak punya jenggot). Saya merasa bahwa kalau itu muncul sedikit saja di dalam hati kita, maka tentu kita hanya akan terus menerus hidup dalam mentalitas ketidakmampuan yang menghancurkan kita dari dalam. 

Coba cek hati kita para domba...

Hati yang kotor dan penuh dengki bisa saja menguras energi positif kita untuk memikirkan hal - hal yang baik menjadi emosi dan jengkel yang tidak ada ujungnya. 

Jaga hati kita !
 Kenapa sih kita perlu menjaga hati ? Ada 3 hal (Kalau ada yang mau nambah tulis di kolom komentar yah): 

1. Dari dalam hati kita terpancar kehidupan (Amsal 4:23) 


 

2. Lewat hati kita, Tuhan mau berbicara dan  mengajar kita (Mazmur 16:7)

 

3. Apa yang di hati kita akan menentukan sikap kita (Amsal 27:19) 



So, Para Domba yang lembut hatinya, ayok kita cek hati kita. Sama seperti panci yang kotor, cucinya gak bersih, masih ada sisa sabun sunlight di dalamnya, masakan semahal apapun yang dibuat dipanci itu tidak akan enak rasanya karena bercampur dengan sisa sabun yang ada. 

Begitupun hati kita, sekeras apapun Tuhan berbicara dan sepositif apapun orang di sekeliling kita, tidak akan mempengaruhi hidup kita karena akan terhalang oleh kotoran yang masih menempel di hati kita. Ayok mulai kita bersihkan hati kita, mulai merenungkan dan catat kira - kira apa yang masih mengganjal di hatiku. 

Dosa kah? 
Kepahitan kah? 
Iri kah? Amarah kah? 

Bawa ke hadapan Tuhan. Minta ampun dan minta Roh kudus masuk untuk memurnikan hatimu. 

Amin. 




Comments

Popular posts from this blog

#NewLife: Part-Time Job

Burn me Lowly